Kamis, 05 Mei 2016

Contoh Proposal Bantuan Beasiswa Baz

http://tugaskuade.blogspot.co.id/2016/05/contoh-proposal-bantuan-beasiswa-baz.html


PROPOSAL
MOHON BANTUAN DANA PENDIDIKAN MAHASISWAPROGRAM STARATA SATU (STIT_SB) PARIAMAN

A.      Dasar Pemikiran

Pendidikan merupakan hal terpenting dalam kehidupan seseorang. Kualitas diri seseorang dapat di ukur dengan sejauh mana Pendidikan yang telah ia terima. Dimana seseorang  yang berpendidikan cenderung akan menampilkan sikap dan perilaku serta memiliki wawasan yang berbeda dengan orang yang kurang berpendidikan atau tidak berpendidikan sama sekali. Pendidikan yang dimaksud bukan hanya Pendidikan Formal tapi juga Pendidikan non-formal. Namun bagaimanapun Pendidikan Formal mempunyai adil yang sangat besar dalam rangka proses pengembangan diri dan peningkatan kualitas intelektual seseorang.

Kualitas Pendidikan yang didapat mempunyai korelasi yang sangat erat dengan kemajuan suatu Bangsa. Dimanapun kemajuan pendidikan menjadi tolak ukur didalam menilai suatu Bangsa. Lembaga Pendidikan yang bonafide dan memiliki manajemen yang bagus dan terorganisir secara sistematis akan dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Ini merupakan suatu produk ataupun asset daerah yang harus didukung dan diberikan stimulus untuk dapat melakukan perkembangan kearah yang lebih baik, yang pada akhirnya akan memberikan kemajuan kepada daerah itu sendiri. Hal ini juga sejalan dengan prinsip yang terdapat pada undang-undang No.22 tahun 1999 tentang otonomi daerah, dimana setiap daerah harus mampu berkompetensi dengan daerah lain, dalam rangka meningkatkan sumber daya alamnya yang berpendapat daerah. Hal ini tidak terlepas dari sumber daya manusia yang mempunyai kompetensi, skill dan ilmu pengetahuan yang memadai untuk dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, maka sangat dibutuhkan biaya yang tidak sedikit dalam pencapaiannya.

Sejalan dengan itu program Pendidikan sebagai salah satu bagian dari lembaga Pendidikan tinggi dilingkup pendidikan formal, juga membutuhkan kesungguhan dan dana yang tidak sedikit pula dalam rangka membentuk diri menjadi manusia yang berkualitas sehingga dapat menjadi asset daerah yang dapat diperhitungkan.

B.      Tujuan

Adapun tujuan penulis menyelesaikan starata satu adalah:
1.      Menjadi Sarjana Pendidikan Agama Islam yang benar-benar mengerti dan memahami Tentang Pendidikan Agama Islam dan juga ilmu umum dan bisa diterapkan dan dipratekkan nantinya di dalam masyarakat.
2.      Menjadi mitra kerja dalam bidang Pendidikan Agama Islam yang dapat dikembangkan di daerah rangka meningkatkan mutu Guru dan mutu Pendidikan.
3.      Menjadi mitra kerja dalam rangka meningkatkan pemahaman mengenai Pendidikan Agama Islam ditengah-tengah masyarakat.
4.      Menjadi mitra kerja di lembaga Pendidikan dalam rangka mencari bibit guru dan membinanya agar dapat berkompetisi di ajang daerah, nasional maupun internasional.

C.      Anggaran Dana


Adapun anggaran dana yang dibutuhkan dalam satu tahun dengan perincian sebagai berikut:

No
Jenis Kebutuhan
Banyaknya
Jumlah
1
Uang semester dalam 1 tahun
2 X Rp 600.000
Rp 1.200.000
2
Biaya Kos 1 tahun
Rp 2.000.000
Rp 2.000.000
3
Biaya hidup selama 6 bulan
Rp 3.000.000
Rp 3.000.000
4
Biaya alat tulis, buku pembelajaran, dan sejenisnya
Rp 1.000.000
Rp 1.000.000
5
Transportasi kuliah
1.000.000
Rp 1.000.000

Total

Rp 8.200.000
          


 SURAT PERMOHONAN BEASISWA


Nomor             :  -
Lampiran         : Terlampir
Hal                   : Surat Permohonan Beasiswa
Yth,
Bapak  Pimpinan Amil Zakat Padang Pariaman
di Tempat

Assalamu’alaikum wr. wb.
Salam hormat saya sampaikan mudah-mudahan bapak dalam keadaan sehat wal’afiat dan senantiasa sukses dalam mengambang amanah serta selalu dalam lindungan Allah SWT. Amiin.
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama                          : ADRIYAN FAUZI
NIM                             : 12.2978
TTL                              : Kampung Dadok, 05 April 1995
Perguruan tinggi         : STIT-SB Pariaman
Alamat            : Kampung Dadok Kuranji Hulu Kabupaten Padang   Pariaman

Bersama surat ini saya sampaikan dengan hormat bahwa saya adalah seorang mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam, Program Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah memohon bantuan biasiswa kepada Bapak untuk Biaya Kuliah dan menunjang perkuliah saya. Karena saya adalah mahasiswa yang berasal dari keluarga yang kurang mampu.

Untuk itu saya mohon dengan  kerendahan hati kepada Bapak agar memberikan saya beasiswa untuk perkuliahan saya.
Surat ini saya beri lampiran :
1.      Surat permohonan
2.      Surat keterangan aktif kuliah
3.      Surat keterangan dari kampus tidak menerima beasiswa dari pihak lahin
4.      Foto Copy transkip  nilai terakhir
5.      Surat keterangan tidak mampu
6.      Foto Copy KTP dan KARTU KELUARGA
7.      proposal rincian penggunaan dana

Demikianlah surat ini saya buat. Besar harapan agar Bapak sudi kiranya mewujudkan permohonan ini. Semoga budi baik bapak senantiasa dilimpahkan rahmat Allah SWT. Amiin.

Kampung dadok, 06 april 2015



                                                                            ADRIYAN FAUZI



                                                   Diketahui oleh:



Camat Sungai Geringging                                            Wali Nagari Kuranji Hulu





 …………………………                                         ……………………………

PENETAPAN AWAL RAMADHAN



PENETAPAN AWAL RAMADHAN
DENGAN RU’YATULHILAL

Sejak dari bulan Rajab kita sudah melaksanakan doa yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad Sallallahu ’Alaihi Wasallam melalui puji-pujian menjelang Shalat Fardhu atau pada saat-saat tertentu yang kita sempatkan untuk membaca-nya. Doa yang dimaksud adalah

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِىرَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَالِغْنَا رَمَضَانَ

“Ya Allah berilah keberkahan pada kami dibulan rajab, bulan sya’ban dan sampaikanlah kami di bulan Ramadhan”
Alhamdulillah, pada kesempatan ini, doa kita dikabulkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kita akhrnya bisa sampai pada Bulan Suci Ramadhan, bulan yang penuh berkah, penuh ampunan dan bulan di mana pahala dilipatgandakan.

Di dalam doa tersebut tersirat makna; 2 (dua) bulan sebelum Ramadhan, Kita sudah mengharap dan mempersiapkan diri untuk menyambut datangnya Ramadhan bulan yang suci dan mulia. Dengan harapan kita termasuk golongan orang-orang dalam Hadis Rasulullah SAW dinyatakan;

مَنْ فَرَحَ بِدُخُوْلِ رَمَضَانَ حَرَّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلَى النِّيْرَانْ

“Barang siapa yang senang dengan datangnya bulan Ramadhan, maka Allah SWT mengharamkan jasad orang tersebut atas api neraka”
Lantas kapan saatnya Bulan Ramadhan tiba? Pertanyaan ini penting untuk dikemukakan untuk menambah wawasan keilmuan dan memperkuat keyakinan kita. Seperti dinyatakan oleh Jumhurul Ulama; mereka sepakat bahwa penetapan awal Ramadhan itu dilakukan dengan salah satu dari 2 (dua) cara, yaitu;
Dihitung dengan (melihat) hilal (tanggal) bulan Ramadhan, bila tidak ada yang menghalangi pandangan seperti mendung, awan, asap, debu dll.
Dengan menyempurnakan bulan Sya’ban 30 hari, bila tanggal 29 sya’ban ada penghalang Ru’yatul hilal.
Hal ini berdasar hadis Nabi Muhammad SAW :

صُوْمُوْا لِرُؤْيَتِهِ وَاَفْطِرُوْا لِرُؤْيَتِهِ فَاِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاَكْمِلُوْا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلاَثِيْنَ يَوْمًا

“Berpuasalah kalian apabila melihat bulan, dan berbukalah (berhari raya-lah) kalian, apabila telah melihat bulan. Namun jika pandanganmu terhalang oleh awan, maka sempurnakan bulan sya’ban itu sampai dengan 30 hari”. (HR. Bukhori)
Dalam keyakinan kita, Ru’yah adalah Pegangan dan Pedoman yang diyakini untuk dilaksanakan. Oleh karena itu, seseorang dilarang memulai puasa ataupun mengakhirinya sebelum ada keputusan hasil Ru’yah, sebagai mana sabda Rasulullah SAW :

عَنْ عَبْدِاللهِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا اَنَّ رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ رَمَضَانَ فَقَالَ لاَ تَصُوْمُوْا حَتَّى تَرَوا الهِلاَلَ وَلاَ تُفْطِرُوْا حَتَّى تَرَوْهُ فَاءِنْ غَمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوْا لَهُ (صحيح البخارى)

“Dari Abdullah Bin Umar RA. Bahwa suatu ketika Rosululloh bercerita tentang bulan Ramadhan. Rosul bersabda : janganlah kalian berpuasa sehingga kamu melihat bulan dan janganlah kamu berbuka (hari raya) sampai kamu melihat bulan, namun jika pandanganmu tertutup mendung, maka perkirakanlah jumlah harinya” (HR. Bukhari)

Kalaupun ada golongan atau kelompok lain di negara Kita yang menggunakan selain Ru’yah Al – Hilal dalam menentukan awal dan akhir Ramadhan, itu lebih dikarenakan kurang tepat dalam menempatkan dan mempedomani Hujjah/Dalil semisal Hadis Rasulullah SAW :

عَنْ اِبْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَنَّهُ قَالَ اَنَّا اُمَّةٌ اُمِّيَّةٌ لاَ نَكْتَبَ وَلاَ نَحْسُبٌ اَلشَّهْرُ هَكَذَا وَهَكَذَا يَعْنِى مَرَّةً تِسْعَةً وَعِشْرِيْنَ وَمَرَّةً ثَلاَثِيْنَ

“Dari Ibnu Umar RA. Dari Nabi SAW, bahwa beliau bersabda, kami adalah umat yang tidak dapat menulis dan berhitung satu bulan itu seperti ini. Seperti ini maksudnya : satu saat berjumlah 29 hari dan pada waktu lain 30 hari”. (HR. Bukhari)

Hadis di atas dijadikan landasan untuk melemahkan metode Ru’yah al Hilal sebagai mana yang kita yakini. Dalam pemahaman mereka, Rasulullah SAW menggunakan Ru’yah, karena dizaman Rasul Muhammad SAW, belum mampu melakukan Hisab / perhitungan.

Oleh karenanya, bagi mereka, metode Ru’yah Al Hilal sudah tidak relevan lagi di zaman sekarang yang serba bertehnologi canggih ini di mana Metode Hisab (Penentuan awal Ramadhan dengan Metode Perhitungan) di dukung oleh dan didasarkan pada hitungan berbasis Komputer.
           
Pemahaman tersebut sungguh belum bisa diterima karena kenyataannya di zaman Rasulullah SAW, telah ada Sahabat-Sahabat yang mahir Ilmu Hisab terutama seperti sahabat Ibnu Abas RA.  

Kita meyakini dan mengikuti; bahwa Ru’yah Al Hilal cara yang diajarkan, dianjurkan dan yang telah dilaksanakan Rasulullah dalam menentukan awal dan akhir Ramadhan; bukan dengan Hisab, atau malah dengan mengikuti keputusan Negara lain yang berbeda Matla’.



Hadis tentang Ru’yah Al Hilal dikukuhkan oleh para Ulama NU sebagai sebuah Keputusan yang WAJIB diikuti oleh Warga NU. Maka, Berdasarkan Keputusan Munas Alim Ulama Nahdlatul Ulama Tahun 1987 di PP Al Ihya Ulumaddin Kesugihan, ditetapkan bahwa: warga NU/ Warga Nahdliyyin mengawali Puasa Romadlon dan Idul Fitri berdasarkan Rukyat bil Fi’li / Ru’yah Al Hilal dan atau Istikmal jika proses Ru’yah Al Hilal tidak dicapai karena terhalang awan/mendung, serta mengikuti Hasil Sidang Itsbat oleh Pemerintah RI, juga berdasarkan Rukyatul Hilal.

Jika Pemerintah RI ternyata menetapkan Awal Ramadhan dan atau Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha berdasarkan Hisab semata dan bukan berdasarkan Ru’yatul Hilal atas dasar Sumpah terhadap Dua Orang Saki atau lebih, seperti pernah terjadi beberapa tahun yang lalu, maka Warga NU tidak Wajib mengikutinya. Artinya, demi menjaga keyakinan yang kita anut, Warga NU tetap melaksanakan Ibadah Puasa Ramadhan dan Merayakan Idul Fitri tetap berdasarkan hasil Ru’yatul Hilal.

Jumat, 11 Desember 2015

MAKALAH STATISTIK TENTANG KLASIFIKASI DATA

BAB 1
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang

Dalam suatu analisis metode statistika, Anda akan selalu berhadapan dengan “data”. Kenapa? Karena data inilah yang menjadi bahan baku analisis tentunya. Jadi setinggi apapun keilmuan seseorang  tentang  statistika  tanpa ada data, dia takan berkata apa-apa, kecuali hanya bergumam belaka.
Oleh karena begitu pentingnya data dalam suatu analisis statistika, maka menurut penulis sebelum Anda mempelajari metode statistika lebih lanjut sebaiknya anda membaca dan memahami data itu sendiri. Data, selain menjadi bahan baku dalam suatu analisis statistika, juga menjadi pertimbangan yang sangat penting dalam pemilihan metode analisis statistika dalam menyelesaikan suatu masalah.

B.     Maksud dan Tujuan

Adapun maksud dan tujuan pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Untuk melengkapi tugas Mata Kuliah Statistik
2.      Guna mengetahui jenis-jenis klasifikasi data
3.      Untuk menambah pengetahuan kepada pembaca dan seluruh mahasiswa tentang klasifikasi data











BAB II
PEMBAHASAN

A.    Definisi Klasifikasi dan Data

1.      Klasifikasi
Klasifikasi adalah sebuah proses untuk menemukan model yang menjelaskan atau membedakan konsep atau kelas data, dengan tujuan untuk dapat memperkirakan kelas dari suatu objek yang kelasnya tidak diketahui.
2.      Data
Data adalah suatu istilah majemuk yang berarti fakta atau bagian dari fakta yang mengandung arti yang dihubungkan dengan kenyataan, simbol-simbol, gambar-gambar, angka-angka huruf-huruf atau symbol-symbol yang menunjukan suatu ide, objek, kondisi,atau situasi dan lain lain.

B.     Jenis-Jenis Klasifikasi Data

1.      Klasifikasi data menurut Jenis Data.
a.       Data Hitung (enumeration / counting data)
Data hitung adalah hasil perhitungan atau jumlah tertentu. yang termasuk data hitung adalah persentase dari suatu jumlah tertentu. Mencatat jumlah mahasiswa dalam suatu kelas atau persentasi mahasiswa/mahasiswi dalam kelas itu menghasilkan suatu data hitung.
b.      Data Ukur (Measurement Data)
Data ukur adalah data yang menunjukan ukuran mengenai nilai sesuatu. Angka tertentu atau huruf tertentu yang diberikan oleh seorang dosen kepada mahasiswa setelah memeriksa hasil tentamennya di sebut data ukur. Angka yang ditunjukan alat barometer atau thermometer adalah hasil proses pengukuran.



2.      Klasifikasi data menurut Sifat Data.
a.       Data Kuantitatif (quantitative data)
Data kuantitatif adalah data mengenai penggolongan dalam hubungannya dengan penjumlahan. Kalau jumlah universitas negeri di Indonesia di bagi dalam 2 golongan, maka ada golongan pertama yang jumlah mahasiswanya lebih dari 5000 orang dan golongan yang lain kurang dari 5000 orang. Ini merupakan penggolongan kuantitatif.
b.      Data kualitatif
Data kualitatif adalah data mengenai penggolongan dalam hubungannya dengan kualitas atau sifat tertentu. penggolongan fakultas-fakultas pada universitas negeri menjadi exacta dan fakultas exacta merupakan pemisahan menurut sifatnya. Penggolongan mahasiswa pada fakultas yang menggunakan sistem kredit ke dalam penilaian studi dengan grade A,B,C,D didasarkan pada sifat-sifat kualitatifnya.

3.      Klasifikasi data menurut Sumber Data.          
a.       Data Internal (Internal Data)
Data internal adalah data yang asli, artinya data sebagai hasil observasi yang dilakukan sendiri, bukan data hasil karya orang lain.
b.      Data Eksternal (External Data)
Data eksternal adalah data hasil observasi orang lain, seseorang boleh saja menggunakan data untuk suatu keperluan, meskipun data tersebut merupakan hasil kerja orang lain. Data eksternal ini di bagi menjadi dua :
1)      Data Eksternal Primer (primary external data)
Data primary eksternal adalah data dalam bentuk ucapan lisan atau tulisan dari pemiliknya sendiri, yakni orang yang melakukan observasi sendiri.



2)      Data Eksternal Sekunder (secondary external data)
Data eksternal sekunder adalah data yang diperoleh bukan dari orang lain yang melakukan observasi melainkan melalui seseorang atau sejumlah orang lain.
4.      Klasifikasi Data Menurut Cara Memperolehnya
a.       Data Primer
Data primer adalah secara langsung diambil dari objek / obyek penelitian oleh peneliti perorangan maupun organisasi.
Contoh : Mewawancarai langsung penonton bioskop 21 untuk meneliti preferensi konsumen bioskop.
b.      Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang didapat tidak secara langsung dari objek penelitian. Peneliti mendapatkan data yang sudah jadi yang dikumpulkan oleh pihak lain dengan berbagai cara atau metode baik secara komersial maupun non komersial.
Contohnya adalah pada peneliti yang menggunakan data statistik hasil riset dari surat kabar atau majalah.

5.      Klasifikasi Data Menurut Waktu Pengumpulannya
a.       Data Cross Section
            Data cross-section adalah data yang menunjukkan titik waktu tertentu.
Contohnya laporan keuangan per 31 desember 2006, data pelanggan PT. angin ribut bulan mei 2004, dan lain sebagainya.
b.      Data berkala
Data berkala adalah data yang datanya menggambarkan sesuatu dari waktu ke waktu atau periode secara historis.Contoh data time series adalah data perkembangan nilai tukar dollar amerika terhadap euro eropa dari tahun 2004 sampai 2006, jumlah pengikut jamaah nurdin m. top dan doktor azahari dari bulan ke bulan, dan lainnya.

6.      Klasifikasi Data Berdasarkan Sifat Data
a.       Data Diskrit
Data diskrit adalah data yang nilainya adalah bilangan asli.
Contohnya adalah berat badan ibu-ibu   pkk sumber ayu, nilai rupiah dari waktu ke waktu, dan lain-sebagainya.
b.      Data Kontiniu
Data kontiniu adalah data yang nilainya ada pada suatu interval tertentu atau berada pada nilai yang satu ke nilai yang lainnya.
Contohnya penggunaan kata sekitar, kurang lebih, kira-kira, dan sebagainya.Dinas pertanian daerah mengimpor bahan baku pabrik pupuk kurang lebih 850 ton.


BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

A.    KESIMPULAN

Dari hasil pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa:
1.      Pengertian klasifikasi adalah sebuah proses untuk menemukan model yang menjelaskan atau membedakan konsep atau kelas data, dengan tujuan untuk dapat memperkirakan kelas dari suatu objek yang kelasnya tidak diketahui. Dan pengertian data adalah suatu istilah majemuk yang berarti fakta atau bagian dari fakta yang mengandung arti yang dihubungkan dengan kenyataan, simbol-simbol, gambar-gambar, angka-angka huruf-huruf atau symbol-symbol yang menunjukan suatu ide, objek, kondisi,atau situasi dan lain lain.
2.      Jenis-jenis klasifikasi
a.       Klasifikasi data menurut Jenis Data
b.      Klasifikasi data menurut Sifat Data.
c.       Klasifikasi data menurut Sumber Data.          
d.      Klasifikasi Data Menurut Cara Memperolehnya
e.       Klasifikasi Data Menurut Waktu Pengumpulannya
f.       Klasifikasi Data Berdasarkan Sifat Data

B.     SARAN

Sepenuh hati kami menyadari bahwasanya makalah ini jauh dari kata sempurna, oleh sebab itu kritik serta saran dari pembaca kami harapkan sebagai penunjang kebaikan makalah kami kedepannya. Semoga makalah ini dapat berguna sebagai bahan bacaan maupun menjadi referensi bagi pembaca dalam penyelesaian tugas.

Makalah ini bersumber dari



DAFTAR PUSTAKA