BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perasaan adalah suatu keadaan dalam
kesadaran manusia yang karena pengaruh pengetahuannya dinilai sebagai keadaan
positif dan negatif. Selain itu dalam pandangan Dirganusa, Perasaan (feeling)
mempunyai dua arti. Di tinjau secara fisiologis, perasaan adalah pengindraan,
sehingga merupakan salah satu fungsi tubuh untuk mengadakan kontak dengan dunia
luar. Dalam psikologis, perasaan mempunyai fungsi menilai, yaitu penilaian
terhadap sesuatu hal. Makna penilaian ini tampak misalnya “ Saya rasa nanti
sore hari akan hujan. Macam-macam perasaan Menurut Max Scheler membagi perasaan
menjadi empat golongan yaitu Perasaan pengindraan, Perasaan vital, Perasaan
psikis, Perasaan pribadi, dan menurut W. Stren mengadakan pembagian perasaan
sebagai berikut : Perasaan yang bersangkutan dengan masa kini, Perasaan yang
bersangkutan dengan masa lampau, Perasaan yang bersangkutan dengan masa yang
akan datang, Sedangkan menurut Drs. Agus Sujanto membagi rumpun perasaan
sebagai berikut : Perasaan rendah (biologis), Perasaan luhur (rohani).
Kata “emosi”
diturunkan dari kata bahasa Perancis, emotion.
Emosi adalah suatu perasaan ingin
melebihi dari sifat individu terhadap suatu objek sehingga cendrung berupaya
untuk mengekpresikan dan mengaplikasikannya. Macam-Macam
Emosi takut, Khawatir, Marah, Sebal, Frustrasi, Cemburu, Iri Hati, Dukacita, Afeksi atau Sayang, Bahagia.
Intelegensi adalah kemampuan
seseorang berfikir untuk memahami sesuatu dengan akal pikiran. Menurut arah
atau hasilnya intelegensi ada dua macam : Intelegensi praktis, intelegensi
teoritis. Jadi Emosional Intelegensi
adalah kemampuan untuk menyeimbangkan pikiran
dengan perasaan sehingga hubungan antar individu bisa terkendali.
Emosional intelegensi menunjuk kepada suatu kemampuan untuk memahami perasaan
diri masing-masing dan perasaan orang lain, kemampuan untuk memotivasi diri
sendiri dan menata dengan baik emosi-emosi yang muncul dalam dirinya dan dalam
berhubungan dengan orang lain.
B. Tujuan
1. Mengetahui pengertian perasaan
2. Mengetahui macam-macam perasaan
3. Mengetahui apa yang dimaksud emosional intelegensi
BAB II
PEMBAHASAN
PERASAAN DAN EMOSIOANAL INTELEGENSI
A.
PERASAAN
1.
Pengertian
Tentang
pengertian perassaan ini, belum ada kesesuaian pendapat di antara para ahli, hal
ini menunjukkan betapa uniknya perasaan. Namun ada beberapa para ahli yang
mempunyai definisi perasaan, yaitu:
a.
Prof.Hukstra
Menurutnya perasaan adalah suatu fungsi jiwa untuk dapat
mempertimbangkan dan mengukur sesuatu menurut rasa senang dan tidak senang.
Dengan kata lain perasaan yaitu suatu perasaan jiwa yang bersifat subjektif
untuk merasakan senang atau tidak dan tidak bergantung kepada perangsang dan
alat penginderaan[1].
b.
Koentjaraningrat
Menurut beliau perasaan adalah suatu keadaan dalam kesadaran
manusia yang karena pengaruh pengetahuannya dinilai sebagai keadaan positif dan
negatif[2].
c.
Pandangan Dirganusa
Menurut pandangan dirganusa perasaan mempunyai dua arti, yaitu
perasaan yang ditinjau secara fisiologis dan perasaan yang ditinjau secara
psikologis.
Secara
fisiologis perasaan adalah penginderaan sehingga merupakan salah satu fungsi
tubuh untuk mengadakan kontak dengan dunia luar, sedangkan dalam psikologis,
perasaan mempunyai fungsi menilai terhadap sesuatu yang tampak, misalnya “ Saya
rasa nanti sore hari akan hujan ”.
d.
Drs.H.Abu Ahmadi
Menurutnya perasaan ialah suatu keadaan kerohanian atau peristiwa
kejiwaan yang kita alami dengan senang atau tidak, dalam hubungannya
denganperistiwa mengenal dan bersifat subjektif. Perasaan lebih erat
hubungannya dengan pribadi seseorang dan berhubungan pula dengan gejala-gejala
jiwa yang lain. Oleh karena itu, tanggapan perasaan seseorang terhadap sesuatu
tidak sama dengan tanggapan perasaan orang lain terhadap hal yang sama. Ini
disebut dengan perasaan yang berhubungan erat dengan gejala jiwa “ mengenal [3]“.
2.
Gejala perasaan individu
Gejala perasaan
individu tergantung pada beberapa bagian, yaitu:
a.
Keadaan jasmaniah
Keadaan jasmaniah ini misalnya individu dalam keadaan sakit, maka
perasaannya lebih mudah tersinggung daripada saat individu itu dalam keadaan
sehat.
b.
Pembawaan
Ada orang yang mempunyai pembawaan berperasaan halus dan ada pula
orang yang mempunyai pembawaan berperasaan kebal ( kurang peka ).
c.
Perasaan berkembang biak sejak mengalami sesuatu
Perasaan seseorang berkembang biak sejak ia mengalami sesuatu,
misalnya orang yang sedang kalut pikirannya akan mudah terkena perasaannya bila
dibandingkan dengan saat individu itu dalam keadaan normal[4].
Semua perasaan
mempunyai tiga ciri pokok, yaitu perasaan yang bersifat pasif, perasaan yang
bersifat subjektif dan adanya penghayatan spontan[5].
a.
Perasaan yang bersifat pasif
Perasaan yang
bersifat pasif merupakan sesuatu yang terjadi pada diri kita, yang menimpa diri
kita tanpa adanya kesengajaan. Individu secara pasif mengalami suatu perasaan
yang mungkin saja bertentangan dengan kehendak atau keinginannya. Misalnya,
individu dikenai perasaan sedih atau duka disaat mengalami suatu musibah,
walaupun individu itu tidak ingin bersedih dan bahkan berusaha untuk
menghilangkan kesedihannya itu, perasaan senang atau gembira disaat kebutuhan
diri terpuaskan. Pada perasaan cinta, kasih sayang, benci, muak dan lain
sebagainya, pada saat itulah jiwa individu berada dalam keadaan perasaan yang
pasif.
b.
Perasaan yang bersifat subjektif
Ada sesuatu
yang menyebabkan timbulnya perasaan,
namun perasaan itu tidak mengarah pada suatu objek, maka di sebut dengan suatu
perasaan yang subjektif. Perasaan selalu bersifat subjektif karena adany unsur
penilaian. Biasanya menimbulkan suatu kehendak dalam kesaaran individu.
Kehendak itu bisa bersifat positif dan bisa juga bersifat negatif.
Perasaan yang
bersifat positif artinya individu tersebut ingin mendapatkan hal yang
dirasakannya sesuatu yang memberikan kenikmatan kepadanya.
Perasaan yang
bersifat negatif maksudnya individu hendak menghindari hal yang dirasakannya
adalah hal yang akan membawa perasaan yang tidak nikmat pada dirinya.
c.
Perasaan yang ada penghayatan spontan
Perasaan ini
berada pada suasana istimewa, secara spontan dan segera. Tanpa difikir atau
dipertimbangkan dahulu, individu mengungkapkan nilai subjektif dari sesuatu
yang dilihatnya, diamatinya, dipikirkannya dan sebagainya.
B.
MACAM-MACAM PERASAAN
Dalam hal perasaan, adabeberapa pembagian yang dilakukan, yaitu:
1.
Max scheler
Menurut Max scheler perasaaan dapat dibagi menjadi empat bagian,
yaitu:
a.
Perasaan penginderaan
Perasaan ini maksudnya
adalah perasaan yang berhubungan dengan pengideraan, misalnya rasa
panas, dingin, sakit dan lain-lain. Atau perasaan penginderaan ini juga bisa
diartikan sebagai perasaan yang timbul waktu indera seorang individu menerima
perangsang. Misalnya, disaat individu berpuasa timbul rasa lapar dan setelah
berbuka puasa timbul rasa kenyang. Rasa lapar dinilai dan dirasakan oleh badan
yang memberitahukan kepada kesadaran atau membuat individu sadar bahwa ia
membutuhkan makan dan rasa kenyang setelah makan juga dapat dinilai dan
dirasakan oleh badan. Maka perasaan yang dinilai dan dirasakan oleh badan itu
disebut perasaan yang bersifat jasmaniah atau perasaan penginderaan.
b.
Perasaan vital
Perasaan vital yaitu perasaan yang berhubungan dengan keadaan
tubuh, misalnya rasa lesu dan segar. Atau bisa juga diartikan sebagai perasaan
yang bergantung pada keadaan tubuh individu sewaktu-waktu, misalnya merasa
senang sekali karena sehat atau kenyang.
c.
Perasaan psikis
Perasaan ini adalah perasaan yang menyebabkan perubahan-perubahan
psikis, seperti rasa senang dan rasa sedih. Perasaan psikis bisa juga disebut
dengan perasaan tanggapan yang artinya perasaan yang mengiringi apabila kita
menanggap sesuatu atau keadaan.
d.
Perasaan pribadi
Perasaan ini adalah perasaan yang dialami secara pribadi, seperti
perasaan terasing[6].
2.
W. Stren
Menurut beliau perasaan dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:
a.
Perasaan yang bersangkutan dengan masa kini, perasaan ini adalah
perasaan yang diperlihatkan pada masa sekarang dalam hubungannya dengan
ransangan-ransangan yang dialami pada waktu sekarang juga.
b. Perasaan yang bersangkutan dengan masa lampau, perasaan ini
maksudnya perasaan yang diperlihatkan pada masa sekarang dalam hubungannya
dengan suatu peristiwa pada masa lampau.
c.
Perasaan yang bersangkutan dengan masa yang akan datang, perasaan
ini maksudnya perasaan yang diperlihatkan pada masa sekarang sehubungan dengan
peristiwa-peristiwa yang akan datang[7].
3.
Drs.Agus sujanto
Beliau membagi rumpun perasaan sebagai berikut.
a.
Perasaan rendah ( biologis ), perasaan ini terdiri atas empat
macamperasaan, yaitu:
1)
Perasaan keinderaan (sensoris)
Maksud dari perasaan ini adalah perasaan yang timbul waktu indera
kita menerima perangsang.
2)
Perasaan vital (kehidupan)
Perasaan ini adalah perasaan yang bergantung pada keadaan tubuh
individu sewaktu-waktu, misalnya merasa tidak senang karena sakit atau lapar.
3)
Perasaan tanggapan
Perasaan ini
maksudnya adalah perasaan yang mengiringi apabila kita menanggap suatu keadaan,
misalnya seorang pejuang masih merasa senang sekali kalau dia ingat saat sang
saka berkibar dengan megahnya pada sebagian tanah airnya yang sudah direbut
dari tanga penjajah.
4)
Perasaan instink
Perasaan ini
maksudnya perasaan yang mengiringi sesuatu instink yang sedang timbul, misalnya
individu akan merasa senang kalau pada saat-saat makan, dimeja makan selalu
telah tersedia hidangan yang berganti-ganti menu.
b.
Perasaan luhur ( rohani ), perasaan ini terbagi atas tujuh macam
perasaan, yaitu:
1)
Perasaan keindahan
Perasaan keindahan ini trdiri atas dua bagian, yaitu perasaan
keindahan yang negatif dan perasaan keindahan yang positif. Perasaan keindahan
yang negatif adalah perasaan yang timbul saat kita mengindera sesuatu yang
buruk. Perasaan keindahan yang positif adalah perasaan yang timbul saat kita
mengindera sesuatu yang baik. Perasaan keindahan ini dipengaruhi oleh umur,
jenis kelamin, jiwa atau bakat seseorang, jiwa bangsa, tingkat kebudayaan dan
yang lain-lain.
2)
Perasaan intelek
Perasaan intelek adalah perasaan yang timbul sebagai akibat dari
hasil intelek, kalau intelek kita dapat memecahkan sesuatu yang sulit, maka
timbullah perasan senang dan begitu juga sebaliknya, jika kita tidak dapat
memecahkan masalah itu, maka kita akan kecewa. Perasaan intelek merupakan suatu
pendorong atau dapat memotivasi dalam lapangan ilmu pengetahuan. Misalnya, orang
akan merasa senang dan puas bila bila dapat mengeluarkan sesuatu pendapat atau
teori yang baru dalam lapangan ilmu pengetahuan, atau anak-anak akan merasa
senang dan puas bila ia bisa memecahkan soal hitungan yang menurut ukurannya
merupakan suatu soal ya cukup berat.
3)
Perasaan kesusilaan
Perasaan ini adalah perasaan yang timbul karena indera kita
menerima perangsang susila atau penjahat. Sesuatu tingkah yang baik tentu akan
menimbulkan rasa senang kepada orang yang mengetahui. Perasaan ini timbul jika
orang mengalami hal-hal yang baik atau buruk menurut norma-norma kesusilaan.
Jadi, orang akan mengalami perasaan yang positif jika ia berbuat baik dan akan
mengalami perasaan negatif jika ia berbuat jelek.
4)
Perasaan ketuhanan
Perasaan ini maksudnya adalah perasaan yang berkaitan dengan
kekuasaan Tuhan atau perasaan yang timbul dalam mengetahui adanya Tuhan.
Manusia diberi kelebihandari makhluk lainnya. Salah satu kelebihannya adalah
kemapuan.
5)
Perasaan diri
Perasaan ini ada dua macam, yaitu perasaan positif dan perasaan
negatif. Perasaan positif adalah perasaan yang timbul bila individu dapat
berbuat sama atau lebih dari orang lain dan perasaan negatif adalah adalah
perasaan yang timbul bila tidak dapat berbuat sama seperti orang lain.
6)
Perasaan simpati
Perasaan in ialah perasaan
yang timbul karena mengetahui orang lain mengalami rasa senang atau
tidak senang.
7)
Perasaan sosial
Perasaan sosial adalah perasaan yang timbul karena melihat keadaan
masyarakat. Ada orang yang acuh tak acuh melihat keadaan msyarakat yang mundur
atau rusak dan ada pula orang yang baru melihat keadaan masyarakat yang mundur,
ia sudah merasa berkewajiban[8].
Sikap penilaian
perasaan itu merupakan bagian dari watak. Siap kita terhadap diri sendiri,
orang lain dan dunia yang disertai adanya suatu penilaian akan menentukan
dengan perasaan yang bagaimana kita menilai kenyataan. Dengan demikian perasaan
juga merupakan suatu kemampuan diri , yaitu kemampuan untuk merasakan diri
sendri, orang lain dan dunia.
Perasaan merupakan kemampuan dan sikap penilaian yang berakar di
lubuk jiwa. Rasa nikmat, rasa puas dan rasa bahagia akan terjadi apabila
keadaan memberi kesempatan untuk
tercapinya suatu kebutuhan. Hal ini di perlukan suatu kemampuan, kesanggupan
dan keuletan serta ketekunan kepribadian untuk mencapai tujuan itu agar
mendaptkan kepuasan.
Intensitas
perasaan adalah kuat atau tidaknya
perasaan yang timbul karena suatu sebab. Dapat kita lihat dilapangan
bahwa perasaan yang mengiringi pengamatan lebih kuat dari pada perasaan yang mengiringi tanggapan atau kenangan.
Perasaan yang menyertai pembau dan
pengecap lebih kua dari pada perasaan yang menyertai penglihatan dan
pendengaran.
4.
Menurut golongannya
Perasaan dapat digolongkan menjadi dua golongan menurut keadaan
perasaan seseorang yaitu :
a.
Golongan Eukoloi
Ialah golongan orang yang selalu merasa senang, gembira, optimis
b.
Golongan Diskoloi
Ialah golongan yang selalu merasa tidak senang, murung dan pesimis[9].
C.
EMOTIONAL INTELIGENSI
1.
Emosi
Selain
diperngaruhi oleh penginderaan ( persepsi ) dan fikiran, perilaku manusia juga
di sertai oleh perasaan atau emosi. Perbedaan antara perasaan dan emosi tidak
dapat di nyatakan dengan tegas, karena keduanya merupakan suatu kelangsungan
kualitatif yang tidak jelas batasnya. Dalam kehidupan sehari-hari manusia
selalu disertai dengan perasaan senang dan tidak senang. Perasaan senang atau
tiak senang yang selalu menyertai perbuatan kita di sebut warna efektif. Warna
efektif ini kadang-kadang kuat, kadang-kadang lemah, atau kadang-kadang sama
saja. Dalam warna efektif yang kuat, maka perasaan menjadi mendalam, lebih
luas, dan lebih terarah. Perasaan-perasaan seperti ini di sebut dengan emosi. Pada
suatu saat tertentu, suatu warna efektif dapat dikatakan sebagai perasaan,
tetapi dapat juga dikatakaan sebagai emosi. Yang di maksud dengan emosi disini
bukan terbatas pada emosi atau perasaan saja, tetapi meliputi setiap keadaan
pada diri seseorang yang disertai dengan warna efektif, baik pada tingkat yang
lemah maupun pada tingkat yang kuat.
Emosi adalah
suatu konsep yang majemuk sehingga tidak ada satu defenisi yng di terima secara
universal. Menurut Sarlito W. Sarwono dalam bukunya yang berjudul pengantar
psikologi umum emosi adalah sebagai reaksi penilaian positif atau negatif yang
kompleks dari sistem saraf seseorang terhadap ransangan dari luar atau dari
dalam dirinya sendiri. Emosi diawali dari adanya suatu ransangan dari luar (
cuaca, manusia, benda, situasi ) dan dari dalam ( tekanan darah, kadar gula,
lapar, ngantuk, segar dan lain-lai ) pada indera manusia[10].
Menurut William James, emosi adalah
kecenderungan untuk memiliki perasaan yang khas bila berhadapan dengan objek
tertentu dalam lingkungannya.[11]
Ada beberapa
macam emosi manusia yang selalu menyertai hidupnya, misalnya takut, khawatir,
marah, sebal, prustasi, cemburu, iri hati, duka cita, afeksi atau sayang,
bahagia secara bahasa emosi berasal dari kata Prancis Emotion yang
berasal lagi Emouveoir “excite”, yang berdasarkan kata latin Emovere yang
artinya bergerak, dengan demikian secara etimologi emosi berarti “bergerak
keluar”.
Menurut
Descartes, sejak lahir manusia mempunyai enam emoi dasar, yaitu cinta, gembira,
keinginan, benci, sedih dan kagum.
Wilhem Wundt
menguraikan jenis-jenis emosi sebagai berikut :
a.
Lust – Unlus (
senang - tidak senang )
b.
Spannong – Losung (
tegang - tidak tegang )
c.
Errugung – berubigung (
semangat – tenang )
Jadi, jika seseorang melihat harimau, maka emosinya adalah Unlus,
spanung dan berubigung, jika siswa lulus ujian maka emosinya adalah losung dan
erregung.
2.
Intelegensi
Intelegensi
adalah kemampuan seseoarang berfikir untuk memahami sesuatu dengan akal.
Menurut L.M.
Terman, intelegensi adalah kemampuan berfikir dalam artian memikirkan hal-hal
yang Abstrak.
Menurut Edwar
Thorndike, intelegensi adalah kemampuan individu untuk memberikan respon yang
tepat terhadap stimulasi yang di terima.
Menurut Edward
Claparede dan WilliamStern intelegensi adalah penyesuaian diri secara mental
terhadap situasi atau kondisi baru.
Dapat disimpulkan bahwa intelegensi adalah kemampuan untuk mengolah
lebih jauh lagi hal-hal yang kita amati.
Emosional
intelegensi adalah kemampuan untuk menyeimbangkan pikiran dengan perasaan
sehingga hubungan antar individu bisa trkendali. Eotional Intelegensi menunjuk
kepada suatu kemampuan untuk memahami perasaan diri masing-masing dan perasaan
orang lain, kemampuan untuk memotivasi diri sendiri dan menata dengan baik
emosi-emosi yang munul dalam dirinya dan dalam berhubungan dengan orang lain.
Emosional
intelegensi memiliki lima unsur yaitu kesadaran diri ( self-awareness ),
pengaturan diri (self-regulation), motivasi (motivation), empati (empaty), dan
keterampilan sosial (sosial skill)
a.
Kesadaran diri (aelf-awareness) : mengetahui apa yang kita rasakan
pada suatu saat, dan menggunakannya untuk memadu mengambil keputusan diri
sendiri, memiliki tolak ukur yang realitas atas kemampuan diri dan kepercayaan
diri yang kuat. Kesadaran diri meliputi kemampuan :
1)
Kesadaran emosi : mengenali emosi diri sendiri dan efeknya.
2)
Penilaian diri sendiri secara teliti : mengetahui kekuatan dan
batas-batas diri sendiri.
3)
Percaya diri : keyakinan tentang harg diri dan kemampuan diri.
b.
Pengaturan diri (self-regulation) : menangani emosi kita sedemikian
rupa sehingga berdampak positf kepada pelaksanaan tugas, peka terhadap kata
hati dan sanggub menunda kenikmatan sebelum tercapai suatu sasaran, mampu
segera pulih kembali dari tekanan emosi. Pengaturan diri meliputi kemampuan :
1)
Mengendalikan diri (self control) : mengelola emosi dan desakan
hati yang merusak.
2)
Sifat dapat di percaya (trustwohtinss) : memelihara norma kejujuran
dan integritas.
3)
Kehati-hatian (counciousness) : Bertanggung jawab atas kinerja
pribadi.
4)
Adaptabilitas (adaptability) : Keluwesan dalam menghadapi
perubahan.
5)
Inovasi (innovation) : Mudah menerima dan terbuka terhadap gagasan,
pendekatan, dan informasi-informasi baru.
c. Motivasi (motivatio) : Menggunakan hasrat yang paling dalam untuk
menggerakkan dan menuntun menujun sasaran, membantu kita mengambil inisiatif
dan bertindak secara efektif, serta untuk bertahan menghadapi kegagalan dan
frustasi. Kecendrungan emosi yang mengantar atau memudahkan pencapaian sasaran
meliputi :
1)
Dorongan prestasi (achievement drive) : Dorongan untuk menjadi
lebih baik atau memenuhi standar keberhasilan.
2) Komitmen (commitment) : Kemampuan menyesuaian diri dengan sasaran
kelompok atau lembaga.
3)
Inisiatif (initiative) : Kesiapan untuk memanfaatan kesempatan.
4) Optimisme (Optimism) : Kegigihan dalam memperjuangkan sasaran
kendati ada halangan dan ke gagalan.
d.
Empati (empaty) : Merasakan apa yang di rasakan orang lain, mampu
memahami perspektif mreka, menumbuhkan hubungan saling percaya dan
menyelaraskan diri dengan orang lain. Kemampuan ini meliputi :
1)
Memahami orang lain ( understanding others) : Mengindera perasaan
dan perspektif orang dan menunjuk minat aktif terhadap kepentingan mereka.
2) Mengembangkan orang lain ( developing others) : merasakan kebutuhan
perkembangan orang lain dan berusaha menumbuhkan kemampuan mereka.
3) Orientasi pelayanan (service orientation) : Kemampuan
mengantisipasi, mengenali dan berusaha memenuhi kebutuhan orang lain.
4) Memanfaatkan keragaman (leveraging diversity) : Kemampuan
menumbuhkan peluang melalui pergaulan dengan orang lain.
5)
Kesaadaran polotis (political awareness) : Mampu membaca arus emosi
sebuah kelompok dan hubungan dengan kekuasaan.
e.
Keterampilan sosial (social skill) : menangani emosi dengan baik
ketika behubungan dengan orang lain dan dengan cermat membaca situasi dan
jaringan sosial. Dalam berinteraksi dengan orang lain keterampilan ini dapat di
pergunakan untuk mempengaruhi dan memimpin, bermusyawarah dan menyelesaikan
masalah dan bekerja sama dalam tim. Kepintaran dalam menggugah tanggapan yang
di kehendaki pada orang lain meliputi :
1)
Pengaruh (influence) : Melakukan taktik untuk melakukan persuasi.
2)
Komunikasi (communication) : Mengirim pesan yang jelas dan meyakinkan.
3) Manajemen konflik (conflict management) : kemampuan melakukan
negosiasi dan pemecahan silang pendapat.
4) Kepemimpinan (leardership) : Membangkitkan inspirasi dan memadu
kelompok dan orang lain.
5)
Katasilator perubahan (change catalyst) : Kemampuan memulai dan
mengelola perubahan.
6) Membantu hubungan (building bonds) : Kemampuan menumbuhkan hubungan
yang bermanfaat.
7) Kolaborasi dan kooperasi (collaboration and cooperation) :
Kemampuan bekerjasama dengan orang lain demi tujuan bersama.
8)
Kemampuan tim (team capability) : Menciptakan sinergi kelompok
dalam memperjuangkan tujuan bersama[12].
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A.
KESIMPULAN
Perasaan adalah suatu pernyataan
jiwa, yang sedikit banyak bersifat subjektif, untuk merasakan senang atau tidak
senang dan yang tidak bergantung kepada perangsang dan alat-alat indra.
Macam-macam perasaan Menurut Max Scheler membagi perasaan menjadi empat
golongan yaitu Perasaan pengindraan, Perasaan vital, Perasaan psikis, Perasaan
pribadi, dan menurut W. Stren mengadakan pembagian perasaan sebagai berikut :
Perasaan yang bersangkutan dengan masa kini, Perasaan yang bersangkutan dengan
masa lampau, Perasaan yang bersangkutan dengan masa yang akan datang, Sedangkan
menurut Drs. Agus Sujanto membagi rumpun perasaan sebagai berikut : Perasaan
rendah (biologis), Perasaan luhur (rohani).
Emosional Intelegensi adalah
kemampuan untuk menyeimbangkan pikiran
dengan perasaan sehingga hubungan antar individu bisa terkendali.
Emosional intelegensi menunjuk kepada suatu kemampuan untuk memahami perasaan
diri masing-masing dan perasaan orang lain, kemampuan untuk memotivasi diri
sendiri dan menata dengan baik emosi-emosi yang muncul dalam dirinya dan dalam
berhubungan dengan orang lain.
B.
SARAN
Kami menyadari
masih banyak kekurangan dalam pembuatan dan isi dari makalah ini oleh karena
itu kami berharap saran dan kritik yang membangun dari semua pihak demi
kemajuan kita dimasa depan dari segi ilmu dan pengamalan, dan kami berharap
kita dapat saling berbagi ilmu pada saat diskusi makalah.
DAFTAR PUSTAKA
Drs. Agus
Sujanto, Psikologi Umum, (Jakarta : Bumi Aksara, 2008)
http://askilpojele.blogspot.com/2013/09/makalah-psikologi-umum-tentang-perasaan.html
Drs. Abu
Ahmadi, Psikologi Umum, (Jakarta : Rineka Cipta : 2003)
Drs. H. Ahmad
Fauzi, Psikologi Umum,(Bandung : Pustaka Setia : 1999)
Sarlito W.
Sarwono, Pengantar Psikologi Umum, (Depok, 2009)
[1] Drs. Agus Sujanto, Psikologi Umum, (Jakarta : Bumi Aksara,
2008), Hal. 75
[3] Drs. Abu Ahmadi, Psikologi Umum, (Jakarta : Rineka Cipta :
2003), Hal. 101
[4] Ibid, Hal. 101
[5] Drs. H. Ahmad Fauzi, Psikologi Umum,(Bandung : Pustaka Setia :
1999) cet. II, Hal. 145
[8] Drs. Agus Sujanto, Op.Cip,
Hal. 78
[9] Drs. Gus Sujanto, Op.cip, Hal. 75
[10] Sarlito W. Sarwono, Pengantar Psikologi Umum, (Depok, 2009)
Hal. 124
Tidak ada komentar:
Posting Komentar