Selasa, 08 Desember 2015

MAKALAH PSIKOLOGY PERASAAN DAN EMOSIOANAL INTELEGENSI

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Perasaan adalah suatu keadaan dalam kesadaran manusia yang karena pengaruh pengetahuannya dinilai sebagai keadaan positif dan negatif. Selain itu dalam pandangan Dirganusa, Perasaan (feeling) mempunyai dua arti. Di tinjau secara fisiologis, perasaan adalah pengindraan, sehingga merupakan salah satu fungsi tubuh untuk mengadakan kontak dengan dunia luar. Dalam psikologis, perasaan mempunyai fungsi menilai, yaitu penilaian terhadap sesuatu hal. Makna penilaian ini tampak misalnya “ Saya rasa nanti sore hari akan hujan. Macam-macam perasaan Menurut Max Scheler membagi perasaan menjadi empat golongan yaitu Perasaan pengindraan, Perasaan vital, Perasaan psikis, Perasaan pribadi, dan menurut W. Stren mengadakan pembagian perasaan sebagai berikut : Perasaan yang bersangkutan dengan masa kini, Perasaan yang bersangkutan dengan masa lampau, Perasaan yang bersangkutan dengan masa yang akan datang, Sedangkan menurut Drs. Agus Sujanto membagi rumpun perasaan sebagai berikut : Perasaan rendah (biologis), Perasaan luhur (rohani).
Kata “emosi” diturunkan dari kata bahasa Perancis, emotion. Emosi adalah suatu perasaan ingin melebihi dari sifat individu terhadap suatu objek sehingga cendrung berupaya untuk mengekpresikan dan mengaplikasikannya. Macam-Macam Emosi takut, Khawatir, Marah, Sebal, Frustrasi, Cemburu, Iri Hati, Dukacita, Afeksi atau Sayang, Bahagia.
Intelegensi adalah kemampuan seseorang berfikir untuk memahami sesuatu dengan akal pikiran. Menurut arah atau hasilnya intelegensi ada dua macam : Intelegensi praktis, intelegensi teoritis. Jadi  Emosional Intelegensi adalah kemampuan untuk menyeimbangkan pikiran  dengan perasaan sehingga hubungan antar individu bisa terkendali. Emosional intelegensi menunjuk kepada suatu kemampuan untuk memahami perasaan diri masing-masing dan perasaan orang lain, kemampuan untuk memotivasi diri sendiri dan menata dengan baik emosi-emosi yang muncul dalam dirinya dan dalam berhubungan dengan orang lain.


B. Tujuan

1. Mengetahui pengertian perasaan
2. Mengetahui macam-macam perasaan
3. Mengetahui apa yang dimaksud emosional intelegensi
















BAB II
PEMBAHASAN
PERASAAN DAN EMOSIOANAL INTELEGENSI

A.    PERASAAN

1.    Pengertian

                        Tentang pengertian perassaan ini, belum ada kesesuaian pendapat di antara para ahli, hal ini menunjukkan betapa uniknya perasaan. Namun ada beberapa para ahli yang mempunyai definisi perasaan, yaitu:
a.       Prof.Hukstra
Menurutnya perasaan adalah suatu fungsi jiwa untuk dapat mempertimbangkan dan mengukur sesuatu menurut rasa senang dan tidak senang. Dengan kata lain perasaan yaitu suatu perasaan jiwa yang bersifat subjektif untuk merasakan senang atau tidak dan tidak bergantung kepada perangsang dan alat penginderaan[1].
b.      Koentjaraningrat
Menurut beliau perasaan adalah suatu keadaan dalam kesadaran manusia yang karena pengaruh pengetahuannya dinilai sebagai keadaan positif dan negatif[2].
c.       Pandangan Dirganusa
Menurut pandangan dirganusa perasaan mempunyai dua arti, yaitu perasaan yang ditinjau secara fisiologis dan perasaan yang ditinjau secara psikologis.
Secara fisiologis perasaan adalah penginderaan sehingga merupakan salah satu fungsi tubuh untuk mengadakan kontak dengan dunia luar, sedangkan dalam psikologis, perasaan mempunyai fungsi menilai terhadap sesuatu yang tampak, misalnya “ Saya rasa nanti sore hari akan hujan ”.

d.      Drs.H.Abu Ahmadi
Menurutnya perasaan ialah suatu keadaan kerohanian atau peristiwa kejiwaan yang kita alami dengan senang atau tidak, dalam hubungannya denganperistiwa mengenal dan bersifat subjektif. Perasaan lebih erat hubungannya dengan pribadi seseorang dan berhubungan pula dengan gejala-gejala jiwa yang lain. Oleh karena itu, tanggapan perasaan seseorang terhadap sesuatu tidak sama dengan tanggapan perasaan orang lain terhadap hal yang sama. Ini disebut dengan perasaan yang berhubungan erat dengan gejala jiwa “ mengenal [3]“.

2.        Gejala perasaan individu

Gejala perasaan individu tergantung pada beberapa bagian, yaitu:
a.    Keadaan jasmaniah
Keadaan jasmaniah ini misalnya individu dalam keadaan sakit, maka perasaannya lebih mudah tersinggung daripada saat individu itu dalam keadaan sehat.
b.    Pembawaan
Ada orang yang mempunyai pembawaan berperasaan halus dan ada pula orang yang mempunyai pembawaan berperasaan kebal ( kurang peka ).
c.    Perasaan berkembang biak sejak mengalami sesuatu
Perasaan seseorang berkembang biak sejak ia mengalami sesuatu, misalnya orang yang sedang kalut pikirannya akan mudah terkena perasaannya bila dibandingkan dengan saat individu itu dalam keadaan normal[4].

Semua perasaan mempunyai tiga ciri pokok, yaitu perasaan yang bersifat pasif, perasaan yang bersifat subjektif dan adanya penghayatan spontan[5].

a.       Perasaan yang bersifat pasif
Perasaan yang bersifat pasif merupakan sesuatu yang terjadi pada diri kita, yang menimpa diri kita tanpa adanya kesengajaan. Individu secara pasif mengalami suatu perasaan yang mungkin saja bertentangan dengan kehendak atau keinginannya. Misalnya, individu dikenai perasaan sedih atau duka disaat mengalami suatu musibah, walaupun individu itu tidak ingin bersedih dan bahkan berusaha untuk menghilangkan kesedihannya itu, perasaan senang atau gembira disaat kebutuhan diri terpuaskan. Pada perasaan cinta, kasih sayang, benci, muak dan lain sebagainya, pada saat itulah jiwa individu berada dalam keadaan perasaan yang pasif.
b.      Perasaan yang bersifat subjektif
Ada sesuatu yang  menyebabkan timbulnya perasaan, namun perasaan itu tidak mengarah pada suatu objek, maka di sebut dengan suatu perasaan yang subjektif. Perasaan selalu bersifat subjektif karena adany unsur penilaian. Biasanya menimbulkan suatu kehendak dalam kesaaran individu. Kehendak itu bisa bersifat positif dan bisa juga bersifat negatif.
Perasaan yang bersifat positif artinya individu tersebut ingin mendapatkan hal yang dirasakannya sesuatu yang memberikan kenikmatan kepadanya.
Perasaan yang bersifat negatif maksudnya individu hendak menghindari hal yang dirasakannya adalah hal yang akan membawa perasaan yang tidak nikmat pada dirinya.
c.       Perasaan yang ada penghayatan spontan
Perasaan ini berada pada suasana istimewa, secara spontan dan segera. Tanpa difikir atau dipertimbangkan dahulu, individu mengungkapkan nilai subjektif dari sesuatu yang dilihatnya, diamatinya, dipikirkannya dan sebagainya.

B.     MACAM-MACAM PERASAAN

Dalam hal perasaan, adabeberapa pembagian yang dilakukan, yaitu:

1.    Max scheler

Menurut Max scheler perasaaan dapat dibagi menjadi empat bagian, yaitu:
a.       Perasaan penginderaan
         Perasaan ini maksudnya  adalah perasaan yang berhubungan dengan pengideraan, misalnya rasa panas, dingin, sakit dan lain-lain. Atau perasaan penginderaan ini juga bisa diartikan sebagai perasaan yang timbul waktu indera seorang individu menerima perangsang. Misalnya, disaat individu berpuasa timbul rasa lapar dan setelah berbuka puasa timbul rasa kenyang. Rasa lapar dinilai dan dirasakan oleh badan yang memberitahukan kepada kesadaran atau membuat individu sadar bahwa ia membutuhkan makan dan rasa kenyang setelah makan juga dapat dinilai dan dirasakan oleh badan. Maka perasaan yang dinilai dan dirasakan oleh badan itu disebut perasaan yang bersifat jasmaniah atau perasaan penginderaan.
b.      Perasaan vital
          Perasaan vital yaitu perasaan yang berhubungan dengan keadaan tubuh, misalnya rasa lesu dan segar. Atau bisa juga diartikan sebagai perasaan yang bergantung pada keadaan tubuh individu sewaktu-waktu, misalnya merasa senang sekali karena sehat atau kenyang.
c.       Perasaan psikis
          Perasaan ini adalah perasaan yang menyebabkan perubahan-perubahan psikis, seperti rasa senang dan rasa sedih. Perasaan psikis bisa juga disebut dengan perasaan tanggapan yang artinya perasaan yang mengiringi apabila kita menanggap sesuatu atau keadaan.
d.      Perasaan pribadi
            Perasaan ini adalah perasaan yang dialami secara pribadi, seperti perasaan terasing[6].

2.    W. Stren

Menurut beliau perasaan dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:
a.      Perasaan yang bersangkutan dengan masa kini, perasaan ini adalah perasaan yang diperlihatkan pada masa sekarang dalam hubungannya dengan ransangan-ransangan yang dialami pada waktu sekarang juga.
b.   Perasaan yang bersangkutan dengan masa lampau, perasaan ini maksudnya perasaan yang diperlihatkan pada masa sekarang dalam hubungannya dengan suatu peristiwa pada masa lampau.
c.       Perasaan yang bersangkutan dengan masa yang akan datang, perasaan ini maksudnya perasaan yang diperlihatkan pada masa sekarang sehubungan dengan peristiwa-peristiwa yang akan datang[7].

3.      Drs.Agus sujanto

Beliau membagi rumpun perasaan sebagai berikut.
a.       Perasaan rendah ( biologis ), perasaan ini terdiri atas empat macamperasaan, yaitu:
1)      Perasaan keinderaan (sensoris)
      Maksud dari perasaan ini adalah perasaan yang timbul waktu indera kita menerima perangsang.
2)      Perasaan vital (kehidupan)
         Perasaan ini adalah perasaan yang bergantung pada keadaan tubuh individu sewaktu-waktu, misalnya merasa tidak senang karena sakit atau lapar.
3)      Perasaan tanggapan
        Perasaan ini maksudnya adalah perasaan yang mengiringi apabila kita menanggap suatu keadaan, misalnya seorang pejuang masih merasa senang sekali kalau dia ingat saat sang saka berkibar dengan megahnya pada sebagian tanah airnya yang sudah direbut dari tanga penjajah.
4)      Perasaan instink
          Perasaan ini maksudnya perasaan yang mengiringi sesuatu instink yang sedang timbul, misalnya individu akan merasa senang kalau pada saat-saat makan, dimeja makan selalu telah tersedia hidangan yang berganti-ganti menu.
b.      Perasaan luhur ( rohani ), perasaan ini terbagi atas tujuh macam perasaan, yaitu:
1)      Perasaan keindahan
            Perasaan keindahan ini trdiri atas dua bagian, yaitu perasaan keindahan yang negatif dan perasaan keindahan yang positif. Perasaan keindahan yang negatif adalah perasaan yang timbul saat kita mengindera sesuatu yang buruk. Perasaan keindahan yang positif adalah perasaan yang timbul saat kita mengindera sesuatu yang baik. Perasaan keindahan ini dipengaruhi oleh umur, jenis kelamin, jiwa atau bakat seseorang, jiwa bangsa, tingkat kebudayaan dan yang lain-lain.
2)      Perasaan intelek
            Perasaan intelek adalah perasaan yang timbul sebagai akibat dari hasil intelek, kalau intelek kita dapat memecahkan sesuatu yang sulit, maka timbullah perasan senang dan begitu juga sebaliknya, jika kita tidak dapat memecahkan masalah itu, maka kita akan kecewa. Perasaan intelek merupakan suatu pendorong atau dapat memotivasi dalam lapangan ilmu pengetahuan. Misalnya, orang akan merasa senang dan puas bila bila dapat mengeluarkan sesuatu pendapat atau teori yang baru dalam lapangan ilmu pengetahuan, atau anak-anak akan merasa senang dan puas bila ia bisa memecahkan soal hitungan yang menurut ukurannya merupakan suatu soal ya cukup berat.
3)      Perasaan kesusilaan
            Perasaan ini adalah perasaan yang timbul karena indera kita menerima perangsang susila atau penjahat. Sesuatu tingkah yang baik tentu akan menimbulkan rasa senang kepada orang yang mengetahui. Perasaan ini timbul jika orang mengalami hal-hal yang baik atau buruk menurut norma-norma kesusilaan. Jadi, orang akan mengalami perasaan yang positif jika ia berbuat baik dan akan mengalami perasaan negatif jika ia berbuat jelek.
4)      Perasaan ketuhanan
            Perasaan ini maksudnya adalah perasaan yang berkaitan dengan kekuasaan Tuhan atau perasaan yang timbul dalam mengetahui adanya Tuhan. Manusia diberi kelebihandari makhluk lainnya. Salah satu kelebihannya adalah kemapuan.
5)      Perasaan diri
           Perasaan ini ada dua macam, yaitu perasaan positif dan perasaan negatif. Perasaan positif adalah perasaan yang timbul bila individu dapat berbuat sama atau lebih dari orang lain dan perasaan negatif adalah adalah perasaan yang timbul bila tidak dapat berbuat sama seperti orang lain.
6)      Perasaan simpati
            Perasaan in ialah perasaan  yang timbul karena mengetahui orang lain mengalami rasa senang atau tidak senang.
7)      Perasaan sosial
             Perasaan sosial adalah perasaan yang timbul karena melihat keadaan masyarakat. Ada orang yang acuh tak acuh melihat keadaan msyarakat yang mundur atau rusak dan ada pula orang yang baru melihat keadaan masyarakat yang mundur, ia sudah merasa berkewajiban[8].

Sikap penilaian perasaan itu merupakan bagian dari watak. Siap kita terhadap diri sendiri, orang lain dan dunia yang disertai adanya suatu penilaian akan menentukan dengan perasaan yang bagaimana kita menilai kenyataan. Dengan demikian perasaan juga merupakan suatu kemampuan diri , yaitu kemampuan untuk merasakan diri sendri, orang lain dan dunia.
        Perasaan merupakan kemampuan dan sikap penilaian yang berakar di lubuk jiwa. Rasa nikmat, rasa puas dan rasa bahagia akan terjadi apabila keadaan memberi  kesempatan untuk tercapinya suatu kebutuhan. Hal ini di perlukan suatu kemampuan, kesanggupan dan keuletan serta ketekunan kepribadian untuk mencapai tujuan itu agar mendaptkan kepuasan.
Intensitas perasaan adalah kuat atau tidaknya  perasaan yang timbul karena suatu sebab. Dapat kita lihat dilapangan bahwa perasaan yang mengiringi pengamatan lebih kuat dari pada perasaan  yang mengiringi tanggapan atau kenangan. Perasaan yang menyertai  pembau dan pengecap lebih kua dari pada perasaan yang menyertai penglihatan dan pendengaran.

4.      Menurut golongannya

Perasaan dapat digolongkan menjadi dua golongan menurut keadaan perasaan seseorang yaitu :
a.       Golongan Eukoloi
Ialah golongan orang yang selalu merasa senang, gembira, optimis
b.      Golongan Diskoloi
Ialah golongan yang selalu merasa tidak senang, murung dan pesimis[9].

C.     EMOTIONAL  INTELIGENSI

1.      Emosi

Selain diperngaruhi oleh penginderaan ( persepsi ) dan fikiran, perilaku manusia juga di sertai oleh perasaan atau emosi. Perbedaan antara perasaan dan emosi tidak dapat di nyatakan dengan tegas, karena keduanya merupakan suatu kelangsungan kualitatif yang tidak jelas batasnya. Dalam kehidupan sehari-hari manusia selalu disertai dengan perasaan senang dan tidak senang. Perasaan senang atau tiak senang yang selalu menyertai perbuatan kita di sebut warna efektif. Warna efektif ini kadang-kadang kuat, kadang-kadang lemah, atau kadang-kadang sama saja. Dalam warna efektif yang kuat, maka perasaan menjadi mendalam, lebih luas, dan lebih terarah. Perasaan-perasaan seperti ini di sebut dengan emosi. Pada suatu saat tertentu, suatu warna efektif dapat dikatakan sebagai perasaan, tetapi dapat juga dikatakaan sebagai emosi. Yang di maksud dengan emosi disini bukan terbatas pada emosi atau perasaan saja, tetapi meliputi setiap keadaan pada diri seseorang yang disertai dengan warna efektif, baik pada tingkat yang lemah maupun pada tingkat yang kuat.

Emosi adalah suatu konsep yang majemuk sehingga tidak ada satu defenisi yng di terima secara universal. Menurut Sarlito W. Sarwono dalam bukunya yang berjudul pengantar psikologi umum emosi adalah sebagai reaksi penilaian positif atau negatif yang kompleks dari sistem saraf seseorang terhadap ransangan dari luar atau dari dalam dirinya sendiri. Emosi diawali dari adanya suatu ransangan dari luar ( cuaca, manusia, benda, situasi ) dan dari dalam ( tekanan darah, kadar gula, lapar, ngantuk, segar dan lain-lai ) pada indera manusia[10].

 Menurut William James, emosi adalah kecenderungan untuk memiliki perasaan yang khas bila berhadapan dengan objek tertentu dalam lingkungannya.[11]

Ada beberapa macam emosi manusia yang selalu menyertai hidupnya, misalnya takut, khawatir, marah, sebal, prustasi, cemburu, iri hati, duka cita, afeksi atau sayang, bahagia secara bahasa emosi berasal dari kata Prancis Emotion yang berasal lagi Emouveoir “excite”, yang berdasarkan kata latin Emovere yang artinya bergerak, dengan demikian secara etimologi emosi berarti “bergerak keluar”.

Menurut Descartes, sejak lahir manusia mempunyai enam emoi dasar, yaitu cinta, gembira, keinginan, benci, sedih dan kagum.
Wilhem Wundt menguraikan jenis-jenis emosi sebagai berikut :
a.       Lust – Unlus                   ( senang - tidak senang )
b.      Spannong – Losung        ( tegang - tidak tegang )
c.       Errugung – berubigung   ( semangat – tenang )
Jadi, jika seseorang melihat harimau, maka emosinya adalah Unlus, spanung dan berubigung, jika siswa lulus ujian maka emosinya adalah losung dan erregung.

2.      Intelegensi

Intelegensi adalah kemampuan seseoarang berfikir untuk memahami sesuatu dengan akal.
Menurut L.M. Terman, intelegensi adalah kemampuan berfikir dalam artian memikirkan hal-hal yang Abstrak.
Menurut Edwar Thorndike, intelegensi adalah kemampuan individu untuk memberikan respon yang tepat terhadap stimulasi yang di terima.
Menurut Edward Claparede dan WilliamStern intelegensi adalah penyesuaian diri secara mental terhadap situasi atau kondisi baru.

Dapat disimpulkan bahwa intelegensi adalah kemampuan untuk mengolah lebih jauh lagi hal-hal yang kita amati.

Emosional intelegensi adalah kemampuan untuk menyeimbangkan pikiran dengan perasaan sehingga hubungan antar individu bisa trkendali. Eotional Intelegensi menunjuk kepada suatu kemampuan untuk memahami perasaan diri masing-masing dan perasaan orang lain, kemampuan untuk memotivasi diri sendiri dan menata dengan baik emosi-emosi yang munul dalam dirinya dan dalam berhubungan dengan orang lain.

Emosional intelegensi memiliki lima unsur yaitu kesadaran diri ( self-awareness ), pengaturan diri (self-regulation), motivasi (motivation), empati (empaty), dan keterampilan sosial (sosial skill)
a.       Kesadaran diri (aelf-awareness) : mengetahui apa yang kita rasakan pada suatu saat, dan menggunakannya untuk memadu mengambil keputusan diri sendiri, memiliki tolak ukur yang realitas atas kemampuan diri dan kepercayaan diri yang kuat. Kesadaran diri meliputi kemampuan :
1)      Kesadaran emosi : mengenali emosi diri sendiri  dan efeknya.
2)      Penilaian diri sendiri secara teliti : mengetahui kekuatan dan batas-batas diri sendiri.
3)      Percaya diri : keyakinan tentang harg diri dan kemampuan diri.

b.      Pengaturan diri (self-regulation) : menangani emosi kita sedemikian rupa sehingga berdampak positf kepada pelaksanaan tugas, peka terhadap kata hati dan sanggub menunda kenikmatan sebelum tercapai suatu sasaran, mampu segera pulih kembali dari tekanan emosi. Pengaturan diri meliputi kemampuan :
1)      Mengendalikan diri (self control) : mengelola emosi dan desakan hati yang merusak.
2)      Sifat dapat di percaya (trustwohtinss) : memelihara norma kejujuran dan integritas.
3)      Kehati-hatian (counciousness) : Bertanggung jawab atas kinerja pribadi.
4)      Adaptabilitas (adaptability) : Keluwesan dalam menghadapi perubahan.
5)      Inovasi (innovation) : Mudah menerima dan terbuka terhadap gagasan, pendekatan, dan informasi-informasi baru.

c.   Motivasi (motivatio) : Menggunakan hasrat yang paling dalam untuk menggerakkan dan menuntun menujun sasaran, membantu kita mengambil inisiatif dan bertindak secara efektif, serta untuk bertahan menghadapi kegagalan dan frustasi. Kecendrungan emosi yang mengantar atau memudahkan pencapaian sasaran meliputi :
1)      Dorongan prestasi (achievement drive) : Dorongan untuk menjadi lebih baik atau memenuhi standar keberhasilan.
2)  Komitmen (commitment) : Kemampuan menyesuaian diri dengan sasaran kelompok atau lembaga.
3)      Inisiatif (initiative) : Kesiapan untuk memanfaatan kesempatan.
4)   Optimisme (Optimism) : Kegigihan dalam memperjuangkan sasaran kendati ada halangan dan ke gagalan.

d.      Empati (empaty) : Merasakan apa yang di rasakan orang lain, mampu memahami perspektif mreka, menumbuhkan hubungan saling percaya dan menyelaraskan diri dengan orang lain. Kemampuan ini meliputi :
1)      Memahami orang lain ( understanding others) : Mengindera perasaan dan perspektif orang dan menunjuk minat aktif terhadap kepentingan mereka.
2)   Mengembangkan orang lain ( developing others) : merasakan kebutuhan perkembangan orang lain dan berusaha menumbuhkan kemampuan mereka.
3)  Orientasi pelayanan (service orientation) : Kemampuan mengantisipasi, mengenali dan berusaha memenuhi kebutuhan orang lain.
4)  Memanfaatkan keragaman (leveraging diversity) : Kemampuan menumbuhkan peluang melalui pergaulan dengan orang lain.
5)      Kesaadaran polotis (political awareness) : Mampu membaca arus emosi sebuah kelompok dan hubungan dengan kekuasaan.

e.       Keterampilan sosial (social skill) : menangani emosi dengan baik ketika behubungan dengan orang lain dan dengan cermat membaca situasi dan jaringan sosial. Dalam berinteraksi dengan orang lain keterampilan ini dapat di pergunakan untuk mempengaruhi dan memimpin, bermusyawarah dan menyelesaikan masalah dan bekerja sama dalam tim. Kepintaran dalam menggugah tanggapan yang di kehendaki pada orang lain meliputi :
1)      Pengaruh (influence) : Melakukan taktik untuk melakukan persuasi.
2)      Komunikasi (communication) : Mengirim pesan yang jelas dan meyakinkan.
3) Manajemen konflik (conflict management) : kemampuan melakukan negosiasi dan pemecahan silang pendapat.
4)     Kepemimpinan (leardership) : Membangkitkan inspirasi dan memadu kelompok dan orang lain.
5)      Katasilator perubahan (change catalyst) : Kemampuan memulai dan mengelola perubahan.
6)  Membantu hubungan (building bonds) : Kemampuan menumbuhkan hubungan yang bermanfaat.
7)  Kolaborasi dan kooperasi (collaboration and cooperation) : Kemampuan bekerjasama dengan orang lain demi tujuan bersama.
8)      Kemampuan tim (team capability) : Menciptakan sinergi kelompok dalam memperjuangkan tujuan bersama[12].


BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

A.   KESIMPULAN


Perasaan adalah suatu pernyataan jiwa, yang sedikit banyak bersifat subjektif, untuk merasakan senang atau tidak senang dan yang tidak bergantung kepada perangsang dan alat-alat indra. Macam-macam perasaan Menurut Max Scheler membagi perasaan menjadi empat golongan yaitu Perasaan pengindraan, Perasaan vital, Perasaan psikis, Perasaan pribadi, dan menurut W. Stren mengadakan pembagian perasaan sebagai berikut : Perasaan yang bersangkutan dengan masa kini, Perasaan yang bersangkutan dengan masa lampau, Perasaan yang bersangkutan dengan masa yang akan datang, Sedangkan menurut Drs. Agus Sujanto membagi rumpun perasaan sebagai berikut : Perasaan rendah (biologis), Perasaan luhur (rohani).

Emosional Intelegensi adalah kemampuan untuk menyeimbangkan pikiran  dengan perasaan sehingga hubungan antar individu bisa terkendali. Emosional intelegensi menunjuk kepada suatu kemampuan untuk memahami perasaan diri masing-masing dan perasaan orang lain, kemampuan untuk memotivasi diri sendiri dan menata dengan baik emosi-emosi yang muncul dalam dirinya dan dalam berhubungan dengan orang lain.

B.   SARAN

Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam pembuatan dan isi dari makalah ini oleh karena itu kami berharap saran dan kritik yang membangun dari semua pihak demi kemajuan kita dimasa depan dari segi ilmu dan pengamalan, dan kami berharap kita dapat saling berbagi ilmu pada saat diskusi makalah.



DAFTAR PUSTAKA
Drs. Agus Sujanto, Psikologi Umum, (Jakarta : Bumi Aksara, 2008)
http://askilpojele.blogspot.com/2013/09/makalah-psikologi-umum-tentang-perasaan.html
Drs. Abu Ahmadi, Psikologi Umum, (Jakarta : Rineka Cipta : 2003)
Drs. H. Ahmad Fauzi, Psikologi Umum,(Bandung : Pustaka Setia : 1999)
Sarlito W. Sarwono, Pengantar Psikologi Umum, (Depok, 2009)



[1] Drs. Agus Sujanto, Psikologi Umum, (Jakarta : Bumi Aksara, 2008), Hal. 75
[2] http://askilpojele.blogspot.com/2013/09/makalah-psikologi-umum-tentang-perasaan.html
[3] Drs. Abu Ahmadi, Psikologi Umum, (Jakarta : Rineka Cipta : 2003), Hal. 101
[4] Ibid, Hal. 101
[5] Drs. H. Ahmad Fauzi, Psikologi Umum,(Bandung : Pustaka Setia : 1999) cet. II, Hal. 145
[6] http://askilpojele.blogspot.com/2013/09/makalah-psikologi-umum-tentang-perasaan.html
[7] Ibid. http://askilpojele.blogspot.com/2013/09/makalah-psikologi-umum-tentang-perasaan.html
[8] Drs. Agus Sujanto,  Op.Cip, Hal. 78
[9] Drs. Gus Sujanto, Op.cip, Hal. 75
[10] Sarlito W. Sarwono, Pengantar Psikologi Umum, (Depok, 2009) Hal. 124
[11] http://askilpojele.blogspot.com/2013/09/makalah-psikologi-umum-tentang-perasaan.html
[12] http://askilpojele.blogspot.com/2013/09/makalah-psikologi-umum-tentang-perasaan.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar